Disuatu kampung tinggalah seorang anak dan ibunya. Mereka
hanya tinggal berdua saja krna sang ayah telah meninggal dunia saat anak
tersebut masih bayi. Sebut saja anto, anto adalah tipe anak yg giat belajar dan
tidak kenal putus asa. Ia ingin bercita" ingin menjadi seorang pengusaha
yg kaya di kemudian hari.
singkat cerita, cita cita anto pun terwujud ia menjadi
pengusaha yang sukses dan kaya raya di luar kota, sebut saja kota itu adalah
jakarta. Satu tahun dua tahun hubungan anto dengan ibunya sangat baik, anto
sering pulang ke kampung untuk memberi uang kepada ibunya.
Tpi suatu hari, anto pun meras bosan untuk mondar mandir
jakarta ke kampungnya krna itu cukup jauh dan memakan waktu lama. Dia hanya
sibuk dengan urusan kantor, dan sibuk mencari uang untuk dirinya sendiri. Tapi
sang ibu tidak berfikir negatif kepada anaknya, ia selalu terus menerus
mendoakan anaknya yg telah melupakan dirinya
Suatu hari urusan dikantornya sangat sibuk, kerjaan menumpuk
dikantor, apalagi dirumah. Dia pun menjadi lebih kasar dan agresif terhadap
orang" dibwahnya krna hal tersebut. Berbeda Saat dikampung dlu, ia sangat
akrab sekali dengan warga kampung, ia pun sering ikut bergotong royong bersama
warga lain di kampung itu.
Saat itu pula anto ingat bahwa hari ini ibunya berulang
tahun. Tetapi untuk menelfon ibunya saja tidak ada waktu, apalagi harus pulang
kerumah itu sangat amat tidak mungkin dilakukannya. Ibunya mulai merasa ada yg
aneh dengan anto. Hari itu juga pulang kerja anto merasa kesal krna abis
dimarahi atasan kerjanya.
Di perjalanan menuju rumah, ia berjumpa dengan seorang anak
pengemis yg meminta sedikit uang kepada anto, krna kendaran saat itu macet anto
harus menunggu lampu merah cukup lama dan memberi uang saat anak itu
menghampirinya. Anak itu meminta uang kepada anto dan antopun mengasihnya..
Keesokan hari saat anto ingin membeli bunga buat seorang
perempuan yg ingin ia jadikan sebagai istiri, ia berjumpa lgi dengan anak
pengemis itu, anak itu ingin juga membeli bunga untuk ibunya. Setelah selsai
membeli, hujan lebat pun turun dan menghambat anak itu untuk menemui ibunya.
anak kecil itupun termenung meratapi hujan yg tak kunjung reda.
Melihat anak itu hanya diam, anto menanyakan dimana anak itu
tinggal, trnyata ia ingin pulang ke daerah kemayoran. Anto pun mengajak anak
tersebut pulang bersamanya krna searah dengan jalan menuju rumahnya.
"Sedikit lgi sampai kak", kata anak itu. Anto
hanya diam dn bingung krna didepannya hanya jalan kecil menuju kuburan.
"Kita mau kmna? Rumah kmu bukan dikuburan kan?" Anto bertanya pada
anak itu. "Udh kakak ikut aja yaa bntar lagi sampai kok", jawab anak
itu meyakinkan kan anto yg semakin bingung.
Saat sampai di pemakaman anto dan anak kecil td turun dan
membawa bunga mawar yg sangat indah. Anto mengikut anak tersebut jalan melewati
makam demi makam. Krna perasaan anto yg gelisah ia pun berhenti dn berkata
"dmna ibumu?"
Anak itu berhenti kira" 2 meter didepannya dn dengan
tegar menjawab "ini ibuku kak, hari ini ia berulang tahun, aku sengaja
membelikannya bunga mawar krna waktu masih ada ia sangat senang dengan bunga
mawar".
Mendengar kalimat itu antopun lemas dan jatuh berlutut
didekat anak itu dan meneteskan air mata. Ia sangat menyesal krna tidak
mengucapkan selamat ulangtahun kepada ibunya. Ia memeluk anak laki" kecil
itu sambil menangis. Ia sangat amat menyesali perbuatannya.
Setelah beberapa menit, ia pamit pulang kepada anak
kecil itu. Antopun bergegas menemui ibunya dikampung dn ingin meminta maaf yang
sebesar besarnya krna ia telah durhaka kepada ibunya.
gilang
Sabtu, 11 Agustus 2012 @ 08.39